PMKRI Cabang Denpasar Menggelar MOF dan Rakercab

Denpasar, Cahaya Bali – PMKRI Cabang Denpasar Menggelar MOF dan Rakercab
Pasca pelantikan DPC PMKRI Cabang Denpasar Periode 2018-2019 pada tanggal 11 Agustus 2018 lalu, kini mereka menggelar Masa Orientasi Fungsionaris (MOF) dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab).

MOF ini bertujuan untuk membekali para pengurus dengan materi-materi yang berkaitan dengan kebutuhan para pengurus selama satu periode kedepan. Sedangkan RAKERCAB bertujuan untuk merumuskan dan menetapkan Program Kerja Cabang yang akan dilaksanakan oleh DPC untuk mewujudkan visi misi Ketua Presidium.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, sejak dari hari Jumat tanggal 7 sampai 9 September 2018. Menurut Ketua Presidium PMKRI Cabang Denpasar, Arianto H selama satu periode kedepan, kami fokus pada pembenahan internal organisasi termasuk peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan, diskusi dan seminar.

Sedangkan untuk eksternal kami akan berjuang merawat kebhinekaan dan menjaja pancasila serta akan mengawal pemilu 2019 agar berjalan dengan jujur dan demokratis sesuai asas pemilu. Ujarnya ketika ditemui setelah kegiatan di Margasiswa PMKRI Cabang Denpasar.

“Untuk merawat kebhinekaan melalui Pancasila perlu adanya kesadaran tentang keanekaragaman sebagai sebuah produktivitas tapi bukan kontra produktif dan bukan ancaman. Artinya bahwa Pancasila harus terus didengungkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hingga dimaknasi sebagai kenyataan dalam hidup bermasyarakat” (Slamet Purwadi).

Nilai-nilai pancasila dalam diri PMKRI Cabang Denpasar sebagai patokan secara umum untuk memperjuangkan kepentingan rakyat lewat organisasi yang mereka geluti. Sudah memasuki usia yang ke 73 tahun kita telah merdeka.

Mungkin sebagai mahasiswa sekalai sebagai Organisasi PMKRI Cabang Denpasar kita boleh bergembira karena seumur itulah kita telah menjadi Indonesia dan ikut menghiasi wajah peradaban bangsa, hingga hari ini.

Dengan program ini, semua anggota PMKRI cabang Denpasar belajar menanamkan sikap kekeluargaan dan persaudaraan sebagai dasar ikatan untuk saling menyatukan ide dan gagasan sebagai lingkungan praktek dan komunitas interaksi maupun aksi yang nyata.

Generasi yang bukan hanya ingin berorganisasi, tetapi punya ‘komitmen intelektual populis’ dalam bingkai keindonesiaan. PMKRI harus bergerak bersama warga bangsa membangun soliditas kebangsaan, sehingga semangat kejuangan yang diperjuangkan selalu dikonstruksikan dengan landasan dasar kenegaraan kita, keberagaman. (tim/joh)

Berita Terkait

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close