Didukung Penekun Spritual se-Bali, “KERIS” Bertekad Maju DPD RI

Ket foto : Bakal Calon Anggota DPD RI, Ketut Putra Ismaya alias “KERIS” (pegang mike) saat bersama Penekun Spiritual di Pura Taman Pecampuhan Desa Pakraman Sala.


Bangli, cahayabali.com – Menguatkan tekad secara mental dan spiritual ngayah nindihin gumi Bali untuk menuju kursi DPD RI, Ketut Putra Ismaya yang akrab disapa “KERIS” didukung para Penekun Spiritual se-Bali dengan Malukad Bersama di Pura Taman Pecampuhan Desa Pakraman Sala, Desa Abuan, Susut, Bangli, Minggu (6/5/2018). Didampingi Agung Agni Adhyaksa Dhyatmika dari Jroan Kwanji, Abianbase-Gianyar, Sekjen Laskar Bali ini menguatkan keteguhan diri akan mengabdikan diri sepenuh hati untuk alam dan krama Bali, sesuai petunjuk Bhatara-Bhatari sesuhunan. Rombongan yang mengusung tagline KERIS (Ketut Putra Ismaya/Kesatuan Republik Indinesia) ini disambut langsung pemangku pura setempat dan Bendesa Desa Pakraman Sala, I Ketut Kayana.

Ketut Ismaya Putra mengaku datang ke Pura Taman Pecampuhan Desa Pakraman Sala untuk melakukan pembersihan diri sebelum maju ikut ngerajegang gumi Bali sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI. Kedatangannya bersama semeton KERIS untuk memohon tuntunan Bhatara-Bhatari yang berstana di pura setempat agar diberikan kesadaran emosional dan spiritual untuk berjuang dan mampu mengemban tugas sebagai DPD RI bila nanti dipercaya dan mendapatkan dukungan dari masyarakat Bali. Tokoh muda Hindu yang telah menekuni spiritual lebih dari satu dekada ini, terpanggil untuk mengabdi dan ngayah nindihin serta membela Bali. “Karena kami ingin melestarikan adat dan istiadat serta budaya Bali, ajaran agama Hindu serta menjaga keragaman dan keutuhan NKRI,” ujarnya.

Hadir dengan 9 program kerja yang disebut “Dewata Nawa Sanga” Ketut Putra Ismaya juga akan mendorong seluruh potensi yang dimiliki Bali sebagai kekayaan dan kekuatan menjaga alam dan taksu Bali. Membangun pasraman di seluruh kabupaten/ kota se-Bali akan mengawali perjuangannya bila nanti pada Pileg 2019 terpilih menjadi salah satu Anggota DPD RI Perwakilan Bali. “Saya hadir untuk membuktikan diri bahwa benar ingin ngayah dan nindihin gumi Bali, menjaga keutuhan dan dan kebersamaan melalui Program Dewata Nawa Sanga salah satunya membuat pasraman di kabupaten/ kota agar generasi muda Hindu kedepan cerdas dari berbagai aspek. Meningkatkan nilai-nilai keragaman berbangsa dan bernegara serta toleransi dalam kehidupan beragama sebagai contoh bagi dunia internasional yang harus ditonjolkan sebagai upaya menjamin agar saudara kita di luar Bali bisa diperlakukan sama,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Ketut Kayana selaku salah satu pengemong pura menyampaikan apresiasi atas kehadiran I Ketut Putra Ismaya Jaya karena telah memilih Taman Pecampuhan Desa Pakraman Sala untuk melakukan ritual pengelukatan atau peleburan dasa mala atau pembersihan segala aspek negatif dalam diri secara sekala maupun niskala. Usai menghaturkan piuning sebagai bakta Ida Bhatata, Ismaya dituntun para pengayah pura untuk melakukan pengelukanan sesuai urutan di 13 titik yang diawali mesiram di pecampuhan yang merupakan pertemuan Sungai Madangan dengan Sungai Apuan. Dilanjutkan menuju air terjun atau pesiraman dedari dan air terjun pesiraman tan hana. Selanjutnya secara berurutan melukat di pancoran tirta bolakan dan tirta taman dan diakhiri pengelukatan di tirta utama yang terdiri dari 3 tirta bumbungan, satu buah tirta pandan dan tirta tulak wali serta 2 buah tirta utama yang bersumber dari kelebutan di tengan Gua Naga Raja yang diakhiri persembahyangan bersama. (5412)

Berita Terkait

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close