Kunjungi Tjokorda Pemecutan XI, Senator Arya Wedakarna Bantah Ikut Tolak Ustad Abdul Somad

Denpasar, Cahaya Bali – Anggota DPD RI, Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedhastraputra Suyasa, SE, M.Si, mengunjungi Raja Denpasar Ida Tjokorda Pemecutan XI di kediamannya Jalan MH.Thamrin Denpasar.
Pertemuan kedua tokoh beda generasi yang terkenal vokal ini berlangsung hangat dan santai. Wedakarna didampingi tokoh Puri Gerenceng yang sekaligus Ketua Forum Hindu Muslim Bali (FHMB) Anak Agung Ngurah Agung,SE, dan Andi Rafika dari Nasdem.

Usai pertemuan, keduanya menyempatkan diri menjawab pertanyaan awak media terkait penolakan dimaksud.
Adapun berita penolakan terhadap Ustad Abdul Somad oleh salah satu Ormas di Bali beberapa waktu lalu, kini masalahnya sudah melebar selain ke ranah hukum juga masuk ke wilayah politik. Disinyalir ada oknum yang sengaja “bermain” di dalamnya sehingga bola salju ini menggelinding kemana-mana.

Terkait hal tersebut, Senator Wedakarna, mengatakan,” Kehadiran Saya disini untuk membuktikan tidak ada benturan.Tapi sebetulnya ada yang membenturkan kami,”jelasnya tanpa memerinci siapa yang membenturkan.Kalau kasus ini diteruskan, pihaknya sangat siap untuk meladeni karena mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Tjokorda Pemecutan yang bersedia menjadi saksinya di persidangan.

Ditambahkan Wedakarna, bahwa dirinya tidak tahu secara pribadi dengan UAS, apalagi model tauziahnya.
“Saya tidak kenal dengan Ustad Abdul Somad(UAS), ceramahnyapun saya tidak pernah dengar. Karena itu, naif sekali jika saya dikaitkan dan ikut menolak kehadiran UAS dalam rangkaian safari dakwahnya di Bali,”bebernya.

Sementara, penglingsir Puri Pemecutan mengaku tahu persis pada saat kejadian demo penolakan di Aston Hotel, Arya Wedakarna sedang berada bersama pengungsi di Karangasem.
Diapun meminta agar masalah ini jangan jadi konsumsi politik seseorang untuk menjatuhkan Wedakarna yang akan bertarung di Pilgub Bali 2018 sebagai calon wakil Gubernur Bali berpasangan dengan WBT. “Soal siapa nanti yang menjadi Gubernur dan wagub terpilih itu adalah yang terbaik yang dikehendaki rakyat.Sayapun juga tidak mendukung siapa-siapa,”jelasnya sembari tertawa lepas.

Menurut Tjokorda Pemecutan, sebaiknya kita yang minoritas di Indonesia ini jangan berbenturan dengan yang mayoritas.”Kita bukan takut. Masalahnya, kita memang mayoritas di Bali, tapi di luar sana seperti di Jawa, Sumatra, di Lombok, kita kan sedikit. Jika terjadi hal seperti ini apa yang kita bisa perbuat.Sekarang ini sikon pariwisata kita sedang terpuruk dengan erupsi Gunung Agung. Ini mau jadi apa kita.Makan apa kita kalau terus-terusan kondisi pariwisata seperti ini. Jadi ya tolong dipikirkan sebelum berbuat sesuatu,”tegasnya menyesalkan apa yang terjadi saat kunjungan UAS.

Ditambahkan Arya Wedakarna bahwa nasionalismenya senantiasa ditunjukkan dengan terus menggelorakan Pancasila, NKRI, UUD45 dan Bhineka Tunggal Ika adalah “harga mati”. “Bagaimana mungkin saya menolak paham lain sementara saya tetap setia kepada NKRI?”
Dalam kunjungannya ke Tjokorda Pemecutan, Arya Wedakarna memberikan kenangan berupa sebilah keris yang cukup panjang yang langsung diterima oleh penglingsir Puri Pemecutan ini. (cb022)

Tags

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close