Kunjungan Senator Gusti Ngurah Arya Wedakarna ke Kediaman Raja Bali Ida Cokorda Pemecutan XI

DENPASAR, Cahaya Bali, Polemik kehadiran Ustad Abdul Somad dalam safari dakwah di Bali masih terus berlanjut, hingga I Gusti Ngurah Arya Wedakarna menemui Raja Pemecutan Ida Cokorda Pemecutan XI di Puri Agung Pemecutan, Denpasar, rabu, (13/12).

Dalam pertemuan antara Cokorda Pemecutan XI bersama tokoh Puri dan elemen masyarakat di Bali , anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna membantah tudingan bahwa dirinya terlibat dalam penolakan safari dakwah Ustad Abdul Somad di Bali.

“Kehadiran saya disini sebenarnya untuk membuktikan tidak ada benturan. Tapi sepertinya ada yang berusaha membenturkan kami dipermasalahan ini,” kata Wedakarna.

Wedakarna menambahkan, selama ini bahwa dirinya tidak pernah ada persoalan dengan umat muslim yang ada di bali maupun yang ada di luar bali.

Arya Wedakarna menegaskan, dirinya adalah pendukung NKRI, pendukung Pancasila, pendukung UUD 45 dan pendukung Kebhinekaan,” jelas Arya Wedakarna.

Wedakarna menegaskan lagi, ketika Ustad Somad melakukan safari dakwah di Bali, dirinya tengah berada di pos pengungsian Gunung Agung. Jadi menurutnya, pernyataan yang menyebutkan dirinya menolak kedatangan Ustad Somad, sangat tidak benar.

“Tidak ada satu pun statement dari saya menolak atau mempermasalahkan kedatangan Ustad Abdul Somad,” terang Wedakarna.

Sebagai pejabat negara dan wakil rakyat, kata Arya Wedakarna, dirinya meredam gejolak sosial di masyarakat Khususnya masyarakat Bali pada umumnya.

“Saya justru awam dengan figur Ustad Somad. Jadi saya agak kaget ketika dihubung-hubungkan dengan permasalahan itu,” kata Arya Wedakarna.

Terkait pelaporan atas dirinya ke Mabes Polri dan Badan Kehormatan Dewan, Arya Wedakarna menilai, persoalan yang ada sudah melebar. Wedakarna juga menambahkan, pihak-pihak yang melakukan ‘persekusi’ sebaiknya diproses secara hukum.

“Saya ksatria saja. Saya cukup banyak mendapatkan dukungan. Karena secara bukti tidak ada keterlibatan saya. Tapi jika memang ada yang bersuara silakan saja diproses,” tegas Wedakarna.

Seperti diketahui, Raja Pemecutan Ida Cokorda Pemecutan XI dan Penglingsir Puri Gerenceng, Anak Agung Ngurah Agung, mendampingi safari dakwah Ustad Abdul Somad di Masjid An-nur dan Masjid Baiturrahmah, Denpasar. Ngurah Arya Wedakarna mengakui, kehadiran Cokorda Pemecutan untuk meredam gejolak yang ada.

Sementara, Cokorda Pemecutan XI, menyatakan kesiapannya menjadi saksi jika pelaporan atas Ngurah Arya Wedakarna berlanjut ke proses hukum.

“Saya tahu Wedakarna tidak ada di lokasi saat kejadian. Saya siap jadi saksi kalau dibutuhkan. Anda tidak usah khawatir,” ucap Cokorda Pemecutan. (*)

Berita Terkait

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close