POLRES KARANGASEM AKAN TINDAK TEGAS JIKA TAK HIRAUKAN LARANGAN AKTIVITAS GALIAN C DI KRB

KARANGASEM (Cahaya Bali) – Aktivitas galian C menjadi sorotan publik ditengah upaya pemerintah mengajak warga mengungsi setelah Gunung Agung kembali berstatus awas di Kawasan Rawan Bencana (KRB).

Untuk itu, berbagai elemen meminta agar menghentikan aktivitas tersebut agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial, bahkan ada warga mengalami ganguan jiwa dalam menghadapi erupsi Gunung Agung.

Setelah desakan berbagai pihak, Polres Karangasem bekerja keras menertibkan truk-truk pembawa pasir yang masih nakal.

Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana melarang aktivitas galian C di KRB Selat, Bebandem dan Kubu.

“Kami akan minindak tegas apabila ada masik truk-truk yang membandel tidak menghiraukan himbauan petugas yang mengancam keselamatan,” kata Ardana di Karangasem, Jumat (8/12) .

Namun hingga Kamis (7/12) aktivitas tersebut belum terhenti total sehingga Polres Karangasem mengadakan patroli malam untuk menertibkan truk-truk tersebut.

Anggota Sat Lantas Polres Karangasem melaksanakan patroli dan mendatangi wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) di wilayah Bhuana Giri Bebandem Karangasem tepatnya di lokasi galian C Bukit Paon pada hari Selasa (5/12) lalu.

Selain itu, Kapolda Bali juga sempat melakukan pantauan Untuk memastikan tidak adanya aktivitas galian C pada tanggal 1 Desember lalu.

“Kami akan terus mengadakan pemantauan dan patroli ke wilayah-wilayah,” ujarnya.

Polres Karangasem menyiapkan sebanyak 337 personil yang dibagi tiga wilayah zone yakni Zone 1 (Manggis, Padangbai, Kota Amlapura),Zone 2 (Abang dan Kubu) dan Zone 3 (Bebandem, Selat, Rendang dan Sidemen).

Sementara itu, Ketua Umum Badan Independen Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup (BIPPLH) Provinsi Bali, Komang Gede Subudi mengharapkan, warga terdampak agar mendukung himbauan pemerintah.

“Saya minta warga terdampak agar ikut serta terbit mematuhi larangan tersebut mengingat Gunung Agung masih berstatus awas,” ujarnya.

Upaya tersebut agar tidak memancing warga setempat ikut membandel, karena memingat pemerintah tidak tegas mengambil sikap.

“Saya minta secara tegas, hal ini diperhatikan mencegah adanya korban jiwa, karena akan berdampak kepada citra Bali kedepannya, sekarang saja telah mengalami penurunan wisatawan yang signifikan belum lagi nanti ada merenggut korban,” harapnya.

Oleh karena petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah berupaya dan kerja keras memberikan edukasi agar KRB radius 8-10 kilometer dikosongkan.

Selain itu, BNPB juga dibantu Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung Bali yang diketaui oleh Gede Pawana.

Sedangkan dalam evakuasi di lapangan telah dibantu oleh Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri dan Relawan. (ART)

Berita Terkait

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close