Penyusunan Transfer Pricing Documents Cegah Potensi Sengketa Pajak

Ketua Yayasan Widya Dewata I Ketut Suastika, SE.Ak.MM bersama para narasumber dan peserta usai Pembukaan Workshop Perpajakan Transfer Pricing Documents di The Vanisi Hotel, Tohpati Denpasar, Sabtu (18/11/2017).


Denpasar, Cahayabali.com – Sebagai lanjutan Pelatihan Pajak Terapan Brevet C yang diadakan di Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, dibuka Workshop Perpajakan Transfer Pricing Documents atau Dokumen Harga Transfer dalam sistem perpajakan internasional. Pelatihan selama dua hari ini dibuka oleh Ketua Yayasan Widya Dewata I Ketut Suastika, SE.Ak.MM di The Vinisi Hotel (ex Fave Hotel) di Jalan WR Supratman, Tohpati Denpasar, Sabtu (18/11/2017).

Dikatakan Suastika, tema pelatihan kali ini “Menyongsong Era Baru Penyusunan Transfer Pricing Document Dalam Sistem Perpajakan Internasional”. Tujuan diadakan workshop ini juga secara umum untuk mendukung perusahaan-perusahaan terutama perusahaan penanaman modal asing. “Tujuannya agar bisa menetapkan kebijakan harga wajar terkait transaksi dengan pihak afiliasi atau yang memiliki hubungan istimewa sehingga akan mengurangi adanya potensi sengketa pajak dalam pemenuhan hak dan kewajiban perpajakannya di Indonesia,” ujarnya.

Secara khusus, pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta dalam meningkatkan pengetahuan dan mampu mengaplikasikan berbagai metode penentuan harga wajar dalam penyusunan Transfer Pricing Documents untuk mendukung perusahaannya maupun kliennya. “Bagi para konsultan pajak dapat menetapkan kebijakan harga untuk setiap transaksi yang dilakukan dengan pihak afiliasi atau yang mempunyai hubungan istimewa,” tegasnya.

Era baru penyusunan Transfer Pricing Documents ini dimaksud adalah mekanisme penyusunan harga transfer berdasarkan ketentuan perpajakan terbaru di Indonesia yakni Peraturan Menteri Keuangan Nomor 213/PMK.03/2016 yang ditetapkan tanggal 30 Desember 2016 yang diterbitkan dalam rangka menyesuaikan dengan kebijakan pajak secara internasional yang telah diterapkan oleh banyak negara maju sebelumnya. “Workshop ini diselenggarakan selama 16 jam dalam dua hari dan diikuti oleh peserta yang berasal dari praktisi perpajakan baik dari internal perusahaan dan konsultan pajak,” bebernya.

Para instruktur pajak yang professional dan berpengalaman dari Jakarta akan membimbing peserta dalam pelatihan ini. Pada akhirnya pelatihan ini dapat memberikan sumbangsih kepada masyarakat pada umumnya dan praktisi perpajakan pada khususnya untuk mengupdate pengetahuan dalam bidang perpajakan khususnya perpajakan internasional dalam menghadapi era keterbukaan informasi secara global antar negara. (5412)

Berita Terkait

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close