ARTANA RAIH JUARA I PENGGERAK WIRAUSAHA MUDA DARI MENPORA IMAM NAHRAWI KADO SUMPAH PEMUDA

Made Artana di sela-sela acara Wisuda ke-13, Kampus Alfa Prima di Pecatu Hall.


Nusa Dua, Cahayabali.com – Made Artana, Founder STMIK Primakara meraih Juara I Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi Tingkat Nasional yang diserahkan langsung Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

“Penghargaan ini akan selalu menjadi motivasi dan merupakan awal untuk melalui melakukan pengabdian memdorong anak muda agar lebih banyak mengembangkan jiwa wirausahanya,” kata Made Artana di sela-sela acara Wisuda ke-13, Kampus Alfa Prima di Pecatu Hall, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu (28/10/2017).

Penyerahan penghargaannya oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI dilaksanakan pada hari Jumat, 27 Oktober 2017 pada acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Gedung Kemenpora Jakarta. Hal itu mampu menjadi penguat posisi STMIK Primakara yang sejak awal memposisikan diri sebagai kampus pencetak Technopreneur.

Ia mengatakan, prestasi itu dapat memberikan inspirasi sekaligus sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas anak muda menekuni dunia usaha. Oleh karena, peluang wirausaha bagi mereka semakin terbuka lebar saat ini.

Menurutnya, adanya kemajuan teknologi (IT), anak-anak muda bisa memulai usaha dimana saja, dengan modal yang minim. “Adanya kemudahan itu, agar anak muda memanfaatkan dengan baik sehingga ikut kontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara menuju generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.

Made Artana suami dari Juniwati Drewina Tedja adalah seorang pengusaha muda yang bergerak dalam bidang IT dan Pendidikan. Kesuksesannya itu tidak terlepas dari inspirasi orang tuanya dari seorang petani namun memiliki semangat tak kenal lelah bekerja untuk kebaikan perubahan hidup keluarganya.

Dia memulai usahanya pada tahun 1999 dengan mendirikan perusahaan software developer yang bernama PT. Bali Soket Informindo, yang kemudian berlanjut dengan mendirikan perusahaan Internet Service Provider yang bernama AceNet.

Kecintaan pada dunia pendidikan kemudian membawanya untuk mengakuisisi Kampus Alfa Prima pada tahun 2009, dan berlanjut dengan mendirikan perguruan tinggi baru, STMIK Primakara pada tahun 2013.

Keaktifannya dalam menggerakan wirausaha muda mulai pada tahun 2009 ketika Bank Mandiri memintanya untuk berbicara mengenai kewirausahaan di hadapan lebih dari 600 orang mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Bali.

Kemudian berlanjut dengan menjadi juri di beberapa ajang kompetisi wirausaha. Dari kegiatan ini, dia menyadari bahwa ada banyak anak-anak muda yang membutuhkan bimbingan untuk memulai usahanya.

Hal inilah yang kemudian menjadi alasannya untuk mendedikasikan sebagian waktunya untuk memotivasi dan membantu anak-anak muda untuk berwirausaha. Usahanya untuk mengajak dan membantu anak-anak muda untuk berwirausaha kemudian menjadi semakin sistematis ketika ia mengakuisisi Kampus Alfa Prima.

Entrepreneurship dijadikan salah satu hal wajib yang diberikan kepada mahasiswa baik melalui perkuliahan maupun melalui kegiatan kemahasiswaan. Empat tahun lalu, ketika ia mendirikan STMIK Primakara, dia pun mengkonsep kampus ini sebagai Technopreneurship Campus yang bercita-cita mencetak pengusaha berbasis teknologi khususnya teknologi IT.

Kampus ini dilengkapi dengan Inkubator Bisnis yang saat ini menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan inkubator bisnis di perguruan tinggi. Selain itu, Ia juga sebagai Direktur Alfa Prima membuat terobosan baru dengan memberikan keringan pembiayaan secara gratis selama perkuliahan, namun dilunasi setelah bekerja.

Upaya itu untuk mendorong anak muda tidak terputus sekolahnya hanya tingkat SMA/SMK. “Langkah ini juga membekali ketrampilan agar SDM Indonesia, khususnya Bali tetap memiliki daya saing global hadapi pasar bebas,” tutupnya. 5412

Berita Terkait

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close